Kamis, 17 September 2015

Get Ready for Global Village 2015!


 
Video by Abdullah Adnan on Youtube

Guys, have you watched it? Yap, video berdurasi 2:15 menit di atas merupakan cuplikan keseruan acara Global Village 2014 dengan tema "Around The World" yang sukses diselenggarakan di Situ Techno Telkom University oleh senior-senior kita anak Marcomm 2012. Tau ngga? Lewat acara ini, pengunjung bisa merasakan sensasi berada di 5 negara dengan budaya yang berbeda-beda dalam satu waktu, yaitu budaya Amerika, China, India, Inggris dan Jepang. Pengunjung juga dimanjakan dengan penampilan musik, tari, drama & parade dari masing-masing budaya yang tentunya kece banget! Nah, saat itu India lah yang terpilih sebagai best performance dan best of the best, mengalahkan ke-4 negara lainnya. Wih, thumbs up!

Global Village itu sendiri merupakan acara tahunan, persembahan dari mahasiswa jurusan Marketing Communication yang di mana pada tahun ini adalah tahun ke dua pelaksanaannya. Berbeda dari tahun sebelumnya yang lebih mengangkat unsur budaya luar, Global Village 2015 kali ini kembali hadir dengan tema "Tell U How We Love Indonesia!", menyajikan keberagaman seni dan budaya Indonesia yang dikemas secara kreatif dan inovatif sehingga diharapkan mampu menarik antusiasme masyarakat lebih luas.

Event ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas akhir 3 mata kuliah yaitu Cyber PR, Selling Management, dan Marketing Public Relation (MPR) dengan diikuti oleh 5 kelas yang masing-masing sebagai representasi budaya Bali, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Sulawesi Selatan dan Sumatra Utara. Berbagai booth games, marchandises, food&beverages, performing arts, dan guest star akan ikut meramaikan event yang rencananya akan dilaksanakan pada 12 Desember 2015 mendatang.

Penasaran tempatnya dimana? Bintang tamunya siapa? So, Don't miss it! Akan banyak kejutan dan hal-hal unik di Global Village 2015. Stay tuned on this blog:)

Jumat, 17 April 2015

Brand Activation Review: Axe Apollo Space Academy (2013)

Just another serpihan tugas matakuliah Brand Management yang dikerjain seharian full karena diselingi makan dan nonton yang begitu mendominasi. Hahaha. Finished in 1,5 hour before deadline. Hail Dinda!!! *Ku lapar banget, btw.



Di zaman seperti sekarang, bukan hanya wanita yang memperhatikan gaya serta penampilan, namun pria pun lambat laun mulai menaruh perhatian lebih pada penampilan mereka. Munculnya istilah baru yaitu “pria metrosekseksual” menjadi segmen baru yang sangat berpeluang untuk disasar. Umumnya, mereka sangat peduli terhadap bagaimana orang lain menilai penampilan mereka secara fisik, mulai dari potongan rambut, gaya berbusana, bahkan aroma wewangian (fragrance) tubuh mereka.

Tidak bisa dipungkiri bahwa pria memiliki aktivitas yang lebih padat dibanding wanita, sehingga menyebabkan tingkat produksi keringat mereka lebih tinggi dibandingkan wanita. Ada banyak hal negatif yang dapat terjadi akibat dari jumlah produksi keringat yang berlebih. Diantaranya adalah bau badan, ketika tubuh mengeluarkan aroma berbau, maka rasa percaya diri seseorang bisa menjadi turun seketika, apalagi jika aroma tubuh berbau tidak sedap, tentu dapat mengganggu orang lain terutama wanita. Hal inilah yang terkadang menjadi kekhawatiran terbesar para pria.

Semua orang tentu sependapat bahwa aroma wewangian  atau fragrance menciptakan daya tarik seorang pria di mata lawan jenisnya apalagi kalau pemilihannya sesuai dengan karakter pemakainya. Kondisi inilah yang dijadikan peluang oleh Axe. Axe merupakan salah satu produk perawatan pria milik perusahaan multinasional PT. Unilever, Tbk yang fokus pada segmen deodorant pria. Axe juga memposisikan dirinya sebagai produk laki-laki sejati melalui produk serta kegiatan marketing komunikasinya.

Sebagai market leader di segmen produk deodorant bodyspray, Axe telah meluncurkan berbagai varian produk seperti Axe Gold, Axe Anarchy, Axe Apollo, dan Axe Black. Tiap varian produk yang dikeluarkan tersebut dibarengi dengan bentuk-bentuk brand activation yang bervariasi. Salah satu yang paling sensasional yang mampu menciptakan buzz yang sangat kuat adalah kegiatan Brand Activation Axe Apollo, yaitu “Axe Apollo Space Academy” (AASA) yang dikampanyekan Juni 2013 silam. Brand activation dipilih untuk memberikan live brand experience kepada target konsumen sekaligus diharapkan nantinya akan tercipta word of mouth yang dengan cepat mampu membangkitkan viral marketing serta brand advocacy.

Axe Apollo Space Academy berhasil mengumpulkan 82 ribu peserta—terbanyak secara global—dan berkesempatan menjadi satu-satunya “Axe-tronot” Indonesia pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa sejauh 103 kilometer dari bumi. Sebagai brand lifestyle, Axe ingin memberi pengalaman terbaru dan terbaik bagi konsumen melalui program ini dan juga yang pasti Axe ingin konsumennya merasakan experiential marketing yang mampu memicu emosi konsumennya, serta menginginkan adanya interaksi langsung antara brand dengan khalayak sasarannya.

Proses yang harus dilalui peserta tidaklah mudah. Awalnya, peserta tentunya harus memiliki produk Axe Apollo terlebih dahulu. Lalu, mendaftarkan diri melalui dua jalur pilihan, yaitu jalur pendaftaran reguler atau pendaftaran VIP. Kedua jalur tersebut sama-sama dapat diakses melalui website www.axeapollo.com. Mengikutsertakan website sebagai bagian dari kegiatan pemasaran merupakan hal yang esensial, sebab ini mampu meningkatkan jumlah visitor, traffic website, juga sebagai sarana promosi website.

Jalur regular dibuka hingga pertengahan Agustus 2013 lalu dan berhasil mengumpulkan sekitar 59 ribu anak muda berusia 18-39 tahun dari berbagai kota besar di Indonesia. Sedangkan, jalur VIP dibuka mulai September 2013, khusus bagi konsumen loyalnya yang belum masuk ke tahap seleksi 5000 besar atau melewatkan pendaftaran sebelumnya. Namun, mereka diharuskan mengumpulkan kode unik yang tertera pada faktur pembelian Axe di gerai-gerai terpilih.

Setelah melakukan pendaftaran, peserta harus mengumpulkan voting sebanyak-banyaknya. Ini berarti Axe meraup perhatian masyarakat lebih banyak tanpa harus mengeluarkan biaya dan tentunya secara sukarela, tanpa paksaan. Dari sini, word of mouth pun sudah mulai terbentuk.

Sebanyak 5000 peserta dengan vote teratas akan diundang untuk on ground sreening di beberapa kota besar lalu kemudian 30 orang terbaik akan ikut di AASA National Space Camp di Indonesia. Sementara itu, bagi 20 pendaftar jalur VIP dengan poin tertinggi berhak langsung maju ke tahap training di AASA National Space Camp, tanpa harus mengikuti proses screening terlebih dahulu.

Pada tahap AASA National Space Camp di Indonesia, peserta diharuskan menjalan rangkaian tes seperti tes fisik, psikologi, bahasa Inggris, dan beberapa kegiatan yang menguji keberanian. Dari situ, terpilih lah tiga calon “Axe-tronot” yang mewakili Indonesia di pelatihan tingkat global, yaitu AASA Global Space Camp di Orlando, Florida, Amerika Serikat, pada Desember 2013 lalu. Ketiga kandidat tersebut adalah Muhammad Sidharta Krisna, Abraham Gamaliel Figrana, Rizman Adhi Nugraha.


Kompetisi belum berhenti sampai disitu. Di Florida, ketiga kandidat ini kembali diberikan pelatihan astronot yang menantang fisik dan mental. Selain tes fisik yang berat, mereka juga ditantang menjadi co-pilot untuk menerbangkan pesawat tempur SIAI Marchetti SF260, pesawat yang kecepatan terbangnya melebihi kecepatan suara dan melakukan gerakan akrobat di udara. Dan akhirnya terpilihlah Rizman Adhi Nugraga sebagai satu-satunya perwakilan dari Indonesia (Bangka-Belitung) yang akan bergabung dengan 21 orang lainnya dari seluruh dunia. Ini berarti Rizman adalah orang Indonesia pertama sepanjang sejarah yang akan melakukan perjalanan ke ruang angkasa.

Rizman Adhi Nugraga, the first Indonesian to journey into outer space

Brand Personality
Axe hadir sebagai market leader produk perawatan pria khususnya di segmen deodorant pria dengan konsep yang Cool, Adventurous dan Never dull. Axe menyadari bahwa wewangian menjadi salah satu kebutuhan mendasar para pria yang concern terhadap penampilan. Olehnya itu, Axe mengklaim produknya bukan lagi sekedar produk biasa, namun lebih dari itu telah menjadi suatu “lifestyle” di masyarakat.

Emotional Connection
Menyentuh hati konsumen merupakan pencapaian terbesar suatu produk. Brand Activation yang dikampanyekan Axe terbukti membangun hubungan emosional yang tidak akan pernah terlupakan dengan konsumen. Melalui AASA, konsumen diajak untuk bersama-sama merasakan euphoria yang dihadirkan Axe, yaitu terbang ke luar angkasa. AASA juga merefleksikan sisi maskulin dan berkelas brand. Kentalnya atmosfer juga dapat langsung dirasakan peserta mulai dari screen, banner, wallpaper, dan semuanya mencantum brand Axe. Selain itu, para peserta juga menerima baju/jaket (seragam) yang wajib dipakai dalam segala kegiatan yang berkaitan dengan Axe Apollo.

Target Audience
Yang menjadi target audience dalam brand activation ini adalah anak muda khusunya pria berusia 18-39 tahun dari berbagai kota besar di Indonesia.

Two Ways Communication
Axe memberikan live brand experience pada target pasarnya, terutama peserta AASA, memungkinan konsumen untuk berinteraksi langsung dengan brand yang diharapkan dapat menciptakan brand loyalty dan brand advocacy, contohnya melalui website yang telah tersedia, interaksi melalui media social, serta brand activaton itu sendiri.

Exponential Element
Euphoria serta pengalaman berharga yang didapatkan peserta selama mengikuti AASA tentu membuatnya menceritakan hal tersebut kepada orang lain. Hal ini membuat brand Axe menjadi perbincangan banyak pihak. Dan juga peserta maupun masyarakat luas dapat terus mengakses berita/foto-foto kegiatan melalui website www.axeapollo.com.

Reach
AASA sukses meraih total 82 ribu peserta—terbanyak secara global. Ini terjadi akibat ide brand activation yang diciptakan sangat lah baru, orisinil, dan sensasional, juga telah disusun secara matang.

Kritik
Suksesnya brand activation Axe Apollo Space Academy menjadi bukti bahwa Axe memiliki perencanaan serta manajemen merek yang sangat baik. Konsep yang disusun memuat unsur lux, surprise, serta extraordinary, sesuai dengan target sehingga keberadaan program ini dapat menyebar luas dengan sangat cepat di masyarakat. Pelaksanaan event juga dilakukan secara bertahap, inilah yang menimbulkan tingginya rasa penasaran dan antusiasme masyarakat. Bentuk kerjasama yang dilakukan Axe dengan Space Expedition Corporation (SXC) juga menjadi nilai tambah dan kebanggaan tersendiri oleh peserta. Namun, yang sedikit perlu dimodifikasi adalah penggunaan brand ambassador yaitu perempuan cantik dan seksi yang tampak terlalu meng-explore bagian tertentu tubuh wanita. Hal ini tidak begitu pantas, mengingat budaya timur yang dianut orang Indonesia seharusnya jangan sampai tercemar dengan budaya barat yang sangat bertolak belakang dengan budaya Indonesia.

Referensi:

Selasa, 07 April 2015

DROPLETS — Berawal dari Limbah Kulit Sepatu


Selain dijuluki Kota Kembang, Bandung juga disebut-sebut sebagai gudangnya para pebisnis kreatif. Tingginya keterampilan serta kreativitas yang dimiliki oleh sumber daya manusianya lah yang membuat Bandung dinobatkan secara khusus oleh Badan Ekonomi Kreatif sebagai percontohan kota kreatif di Indonesia pada tahun 2015.

Salah satu bisnis yang profitable dan terus menjadi trend di kota Bandung adalah bisnis aksesoris, terutama bisnis aksesoris berbahan dasar kulit. Munculnya produk serupa dengan beragam merk membuat para pebisnis saling berkompetisi untuk menguasai pangsa pasar dan hal ini tentunya menjadi tantangan yang tidak mudah bagi mereka. Diperlukan konsep bisnis serta komitmen yang kuat agar tetap mampu bertahan di tengah-tengah persaingan bisnis tersebut.

Droplets merupakan satu brand asal Bandung yang fokus pada penjualan produk merchandise dari material kulit berkualitas. Ide bisnis ini pertama kali diinisiasi oleh seorang pemuda yang akrab disapa Kak Cie. Tanpa sengaja, ia melintasi sebuah pabrik sepatu lalu menemukan limbah-limbah kulit yang dibuang begitu saja. Terpintas di benaknya untuk menjadikan limbah yang sama-sekali tidak memiliki nilai jual tersebut menjadi sesuatu yang bernilai dan memiliki prospek yang menjanjikan.

Ia pun memproduksi produk pertamanya, yaitu gantungan/kriket pada tahun 2011. Menyadari bahwa bisnisnya ini tidak bisa dijalankan sendirian, ia mengajak rekan-rekannya untuk bekerjasama dan akhirnya terkumpul lah total 15 orang yang tergabung dalam bisnis yang kemudian diberi nama Droplets.

Filosofi Droplets
Nama Droplets dipilih karena memiliki arti filosofis yang tinggi. Droplets diambil dari bahasa Inggris yang berarti tetesan air. Selain itu, “tetesan air” juga diambil dari peribahasa Sunda yaitu “Cikaracak ninggang batu laun-laun jadi legok" yang artinya tetesan air yang terus menerus jatuh ke batu lama kelamaan akan membentuk lubang pada batu itu.


“Kita disini lebih menghargai ke proses di mana tetesan-tetesan air tersebut mampu merubah sesuatu, gitu. Jadi, harapannya sih kita terus berusaha, pelan-pelan hingga lama-kelamaan akan membuahkan hasil” ungkap Sandy, selaku tim Marketing.


Tagline: Culture. Nature. Art
Tiga kata yaitu, culture, nature, dan art merupakan kata yang cocok untuk mewakili visi-misi yang dimiliki oleh Droplets. Culture; sebab Droplets ingin senantiasa menyisipkan unsur kebudayaan yang ada di Indonesia melalui produknya. Nature; sebab Droplets ingin menghasilkan produk yang tidak merusak alam, bahkan mereka berkomitmen untuk menyisihkan sebesar 30% dari profit untuk membantu pelestarian alam melalui aksi-aksi sosial. Sedangkan Art; dari awal, mereka memiliki passion yang sangat besar pada seni, sehingga produk yang dihasilkan pun bernilai estetis.

Droplets sendiri menjual berbagai macam produk mulai dari gantungan kunci, gantungan kamera, tas, ikat pinggang, gelang, dompet, dan sebagainya. Namun, produk unggulan yang menjadi primadona adalah gelang. “Gelang yang kami produksi beda dari yang lain. Selain karna dibuat dengan proses laser, kami juga kerjanya sesuai pesanan. Jadi kami ngasih 6 pilihan warna, jenis kulit, font type, bahkan pelanggan juga bisa menambahkan foto mereka di gelang kami” jelas Iyank, selaku tim produksi.

Produk gelang dibandrol dengan harga yang cukup terjangkau yaitu mulai dari Rp. 35.000,-dengan lama pengerjaan antara 3-5 hari, disesuaikan dengan tingkat kesulitan. Setiap harinya, mereka memproduksi sebanyak 300 produk dengan berbagai jenis, bahkan mampu mendistribusikannya hingga luar daerah. 

Untuk informasi lebih lanjut, anda bisa langsung menghubungi mereka:
Twitter            : @droplets_
Instagram        : DROPLETS_INDONESIA
Workshop        : Komp. Margahayu Raya Barat Blok. S2 No. 35

Author: Dinda Aishah Amalia



McD Buka Lini Fashion?

Time: 21:45 WITU.
Current Mood: Just wanna lay in my bed
Themesong: Calvin Harris-Alesso - Under Control ft. Hurts
(udah hacep belum?)

Hei.
Besok libur. Jadwal kuliah semester ini memang terlalu bersahabat. Kuliah yang hanya 3 hari dalam seminggu itu ada senangnya dan ada sengsaranya. Senangnya (seharusnya) ya bisa bobo cantik di kosan, menikmati tayangan NET yang jadwal, durasi, bahkan timing iklannya pun sudah ku hafal. *Ya maklum, anaknya NET banget* Sambil makan cantik, browsing cantik, atau kalo ada yang ajak jalan yah jalan cantik, deh. Sayangnya itu semua hanya ilusi semata akhir-akhir ini. Sengsaranya semua tugas-tugas numpuk blek-blekan dan hari Rabu hakikatnya dijadikan sebagai hari kerja kelompok se-kelas Marcomm C Raya. Ya, ini kisah yang bahagia.

Btw, televisi itu memberi roh bagi kamarku. Keberadaannya membuatku hidup, sama halnya dengan wifi. Mereka berdua saudara sepersusuan yang memang sulit dipisahkan antara satu dengan lainnya. Contohnya saja sekarang, si televisi asik menonton tuannya yang sedang ngeblog berbekal wifi. Terkadang, si wifi yang gantian dicuekin. Hal itu terjadi hanya sepanjang tayangan Berpacu Dalam Melodi sampai Ini Talkshow. Lalu, break sejam karna ada Polisi 86 yang membosankan. Terus berlanjut lagi sampai Entertainment News malam. Yap, itu semua tayangan NET. Kan, sudah ku bilang.

Tapi, jika dibandingkan antara keduanya. Wifi lah yang mempunyai tingkat loyalitas yang tinggi dibanding televisi. Bagaimana tidak? Dia on 24 jam, tanpa bobo. Sedangkan televisi, tuan nya bosan dikit..dia diboboin. Eh, dimatiin. Tapi, kalo ngomong soal berita sih televisi emang jagonya. Who doesn't love visual+audio in 1 interesting package? Nah itu hebatnya televisi yey.

Daripada makin ngawur, mending langsung ke berita yang ga penting-penting banget tapi lucu aja, gitu--yang saya dapatkan lewat salah satu stasiun tv temennya si NET.

Berita ini datang dari brand makanan siap saji terHITZ dan ga pernah ada matinya, apalagi kalau bukan McDonalds'. Tau ngga kalau doi sekarang meluaskan sayap bisnisnya ke dunia fashion? Yuhuu di Indonesia sih ibaratnya McD ini lagi melakukan praktik aji mumpung. 

Jadi ceritanya si McD ini baru saja mengeluarkan lini fashion yang diberi nama "imlovingit24', brand yang menjual berbagai kebutuhan rumah tangga seperti dekorasi dinding, bantal, seprei, selimut dan juga tentunya fashion seperti sweater, boot, raincoat, piyama bahkan baju buat binatang peliharaan. 

Uniknya lagi, semua produk yang ditawarkan menampilkan motif multiple dari signature menu McD yang populer, yaitu burger Big Mac. Wow brand attributenya detail sekali, pemirsa. Jadi, semua produk yang dikeluarkan itu hanya pakai satu simbol ini. Sangat simple, yet attract!



Produknya ini dipamerkan pertama kali di Stockholm, Swedia dan bagi yang berminat terhadap produk-produk fashion dan peralatan rumah tangga milik Mcd ini dapat langsung membelinya secara online lewat BigMac Shop. 
In my opinion, McD ini pinter nangkap peluang. Bermodalkan brand yang sudah punya "nama" dan juga brand yang sudah menjadi lifestyle bagi masyarakat terutama anak muda, tentunya bukan jadi hal yang sulit lagi bagi mereka saat mengeluarkan ide bisnis baru. Rasanya apapun yang dikeluarkan McD pasti akan kembali jadi trend dan akan mendapat respon baik dari konsumen. 

So? Penasaran penampakan produk barunya apa aja? Ini salah lima-nya.